Hitung HPP kaos dengan menjumlahkan biaya produksi yang relevan, lalu membaginya dengan jumlah hasil produksi yang menjadi dasar perhitungan. Pisahkan biaya produksi dari biaya penjualan agar harga jual tidak tampak lebih menguntungkan daripada kenyataannya. Berikut contoh anggaran sederhana dengan angka hipotetis, bukan harga pasar atau hasil usaha ButuhBaju.
Gambar unggulan merupakan ilustrasi editorial yang dibuat dengan bantuan AI, bukan dokumentasi pengujian produk.
Tentukan biaya dan ruang lingkupnya
IAS 2 menjelaskan biaya persediaan mencakup pembelian, konversi—termasuk tenaga kerja langsung dan overhead produksi—serta biaya lain untuk membawa persediaan ke kondisi dan lokasi saat ini. Untuk perencanaan usaha kecil, catat komponen tersebut tanpa menghitung biaya yang sama dua kali. Penerapan pembukuan sebenarnya perlu disesuaikan dengan standar yang berlaku bagi usaha Anda.
Simulasi anggaran 100 kaos
Asumsi: 100 kaos selesai dan layak dijual; biaya di bawah seluruhnya contoh latihan. Pajak, retur, biaya pembiayaan, dan kondisi produksi abnormal belum dimodelkan.
| Komponen | Total contoh | Per kaos |
|---|---|---|
| Bahan utama dan rib | Rp2.800.000 | Rp28.000 |
| Potong dan jahit | Rp1.500.000 | Rp15.000 |
| Sablon | Rp1.000.000 | Rp10.000 |
| Label dan kemasan produk | Rp300.000 | Rp3.000 |
| Alokasi overhead produksi | Rp400.000 | Rp4.000 |
| Total biaya produksi | Rp6.000.000 | Rp60.000 |
HPP contoh = Rp6.000.000 ÷ 100 = Rp60.000 per kaos. Jika ongkos makloon sudah mencakup benang atau listrik produksi, jangan menambahkannya lagi sebagai komponen terpisah. Untuk pesanan nyata, gunakan penawaran dan catatan konsumsi bahan, bukan hasil kaos per kilogram yang dianggap selalu sama.
Margin berbeda dari markup
Misalkan harga jual Rp100.000. Selisih harga jual dan HPP adalah Rp40.000. Margin kotor contoh = Rp40.000 ÷ Rp100.000 = 40%. Markup atas HPP = Rp40.000 ÷ Rp60.000 ≈ 66,7%. Keduanya memakai pembagi berbeda dan belum menunjukkan laba bersih.
Masukkan biaya menjual
Untuk latihan, asumsikan biaya platform 10% dari harga jual dan promosi Rp5.000 per kaos. Sisa setelah HPP dan dua biaya tersebut = Rp100.000 − Rp60.000 − Rp10.000 − Rp5.000 = Rp25.000. Angka 10% ini asumsi simulasi, bukan tarif marketplace tertentu. Sisa tersebut masih perlu menutup biaya lain yang belum dihitung.
Sebelum memakai hitungan untuk pesanan nyata
- Ganti semua angka contoh dengan penawaran terbaru dan biaya aktual.
- Tulis dasar pembagian overhead serta jumlah produksi yang dipakai.
- Pisahkan biaya penjualan, subsidi ongkir, retur, dan pajak yang relevan.
- Buat skenario jika konsumsi bahan, barang cacat, atau biaya promosi berubah. Perlakuan akuntansi kerugian produksi tidak selalu sama dengan pembagian sederhana untuk anggaran.
Keputusan harga tetap perlu mempertimbangkan permintaan dan biaya usaha sendiri. Pengali harga tertentu tidak menjamin margin sehat atau barang akan terjual.
Sumber dan batasan
Sumber diperiksa pada 26 Oktober 2026. Rekomendasi praktis merupakan sintesis editorial; spesifikasi produk tetap perlu dicocokkan dengan label atau dokumen produsennya.

Tinggalkan Balasan